Senin, 19 Maret 2012

Budaya dan Teknologi


Kali ini saya akan membahas tentang hubungan antara budaya dengan teknologi.

         Dewasa ini, perkembangan teknologi sangat pesat, dapat kita lihat dari munculnya produk-produk baru yang memiliki spesifikasi terbilang canggih dan memiliki sistem operasi terbaru seperti android, windows, dll. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Mulai dari low-end sampai yang high-end. Orang-orang yang memiliki dana terbatas pun juga sudah bisa menikmatinya. Perkembangan teknologi ini, tidak hanya untuk orang dewasa saja, anak-anak pun juga banyak yang memiliki perangkat terbaru seperti tablet canggih keluaran s*ms*ng atau keluaran a**le. Segala sesuatu bisa kita lakukan di perangkat perangkat seperti ini, seperti menyaksikan video, merekam momen-momen indah, membuat pekerjaan, sebagai agenda harian dan pengingat, bermain game, dll. 

          Teknologi yang canggih kini menjadi sebuah kebutuhan bagi orang-orang di jaman yang serba cepat ini.
Tapi perkembangan teknologi ini juga bisa menghasilkan berbagai kebudayaan baru seperti gaya hidup instant. Dengan adanya kemudahan seperti ini, orang orang menjadi malas untuk melakukan sesuatu yang berat. Orang-orang ingin semuanya serba cepat, seperti mentransfer uang yang tidak perlu melalui kantor-kantor bank. Memesan suatu barang via internet. Belajar via internet. Tapi disamping itu, ada beberapa hal yang bersifat negatif, seperti: Mengerjakan tugas dengan cepat hanya dengan “copas” (copy paste). Ini menimbulkan budaya malas akan timbul dari diri seseorang.
Selain itu, budaya budaya lain yang jelas berbeda dengan budaya kita pun akan mudah masuk dan mencoba mengambil alih kebudayaan kita.

           Oleh karena itu, bijaklah dalam kemajuan teknologi yang pesat ini. Jangan sampai kita diperbudak oleh teknologi. Janganlah salah dalam menggunakan teknologi. Pikirikan baik baik sebelum anda menggunakan atau memakai teknologi tersebut.


gunadarma.ac.id

Selasa, 10 Januari 2012

KONVERSI DETIK MENKADI JAM, MENIT, DETIK DALAM QBASIC

Bagi yang sedang bingung atau butuh pencerahan tentang membuat program tentang konversi data dari detik ke jam, menit dan detik dalam Qbasic, mungkin ini dapat membantu anda.. silahkan dilihat.. :)


10 U$= "Y"
20 WHILE U$ = "Y" OR U$ = "y"
30 CLS
40 PRINT "DETAIL WAKTU"
50 PRINT
60 J=0
70 M=0
80 D=0
90 INPUT "INPUT DETIK : " ; ID
100 J= INT (ID/3600)
110 M= INT ((ID -(J*3600))/60)
120 D= INT (ID - ((J*3600)+(60*M)))
130 PRINT
140 PRINT ID;
150 PRINT " DETIK =";
160 PRINT J;
170 PRINT " JAM ";
180 PRINT M;
190 PRINT " MENIT ";
200 PRINT D;
210 PRINT " DETIK "
220 PRINT
230 INPUT "ULANGI (Y/T): "; U$
240 WEND
250 PRINT
260 PRINT "TERIMAKASIH"

Kemudian tingga di run dari Qbasic anda..

Rabu, 04 Januari 2012

The Time Is On Going....

      Manuel Morado Panjaitan adalah namaku. Tanggal 17 November adalah saat dimana aku keluar dari rahim seseorang yang aku sebut mama. Aku terlahir sebagai bayi berjenis kelamin laki-laki di Palembang pada tahun 1993. Aku mempunyai seorang mama, seorang papa, dan seorang kakak. Aku tinggal di daerah depok.


      Pertama kali aku merasakan pendidikan di sekolah, adalah saat aku duduk di bangku TK Tugu Ibu. Kemudian aku melanjutkan ke SD Mardiyuana. di sekolah ini, aku mendapat pendidikan paling lama, yaitu selama 9 tahun, karena SD dan SMP aku di sekolah yang sama. Setelah lulus dari SMP, aku melanjutkan pendidikan di SMAN 3 depok. Banyak hal yang aku dapatkan disana. Sampai kini, aku berkuliah di Universitas Gunadarma. Dari awal pembukaan mahasiswa baru, aku mendaftar di Universitas ini, dan kemudian aku lulus pada grade 1. Gunadarma menjadi satu-satunya pilihan Universitas swasta yang aku pilih untuk aku berkuliah, karena Universitas ini teramasuk 10 besar Universitas terbaik di Indoneia versi webomatrics, dan termasuk urutan 5000 besar, dari jutaan Universitas di dunia. Dari mulai test masuk, aku hanya memilih jurusan Teknik Informatika. dan akhirnya sekarang aku sah menjadi Mahasiswa Universitas Gunadarma Jurusan Teknik Informatika.

Minggu, 04 Desember 2011

THEY NEED US



Ini adalah foto yang saya ambil di daerah biangan jakarta timur. Tampak seorang lelaki tua yang lusuh, sedang mencari makan melalui mengemis. Kehidupannya nampak dari raut wajahnya. siapa yang tidak iba melihat lelaki tua seperti itu. mungkin ditempat lain, masih banyak lagi orang-orang kurang beruntung. Lalu, siapa yang dapat membantu orang-orang ini? bukan hanya pemerintah yang wajib membantu, kita pun juga wajib membantu. Mungkin kita tidak bisa memberi yang lebih, tetapi bantuan kecil kita pun bisa membantu mereka juga.. Jadi marilah kita bantu orang yang membutuhkan itu, supaya tercipta keadilan diantara sesama dan kesejahteraan di lingkungan kita.. :)

SUNGAI CILIWUNG



Ini adalah sfoto yang saya ambil dari sebuah gedung di pinggir kali ciliwung.. Sebenarnya kali ciliwung adalah sungai yang cukup indah.. dan bisa jadi sumber kehidupan warga sekitar.. tapi, sekarang sampahnya sudah semakin menumpuk.. sungai ciliwung menjadi tidak indah lagi, dan merupakan salah satu penyebab banjir di jakarta.. padahal, bila sungai ini dirawat, bisa menjadi objek wisata, media transportasi, dan pendukung kehidupan disekitarnya.. oeh karena itu, mari kita jaga dan kita rawat sungai ini.. janganlah membuang sampah ke sungai ataupun ke tempat - tempat lainnya di sembarang tempat.. :)

Minggu, 27 November 2011

PERBEDAAN SISTEM ORIENTASI OBJEK DENGAN SISTEM ORIANTASI TERSTRUKTUR




Nama : Manuel Morado PanjaitaNPM : 54411274Kelas : 1IA01




KATA PENGANTAR
Pertama-tama saya ingin mengucapkan puja dan puji syukur atas ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah banyak melimpahkan rahmat-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Penulisan makalah ini yang berjudul “Perbedaan Siistem Orientasi Objek Dengan Sistem Orientasi Terstruktur ” bertujuan untuk melaksanakan tugas keempat mata kuliah Ilmu Sosial Dasar(ISD). Selain itu, tujuan lainnya adalah hanya untuk berbagi ilmu tentang apa saja perbedaan antara system orientasi ojek dengan system orientasi terstruktur.
Saya mengakui bahwa saya hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu, tidak ada hal yang dapat dituntaskan secara sempurna, begitupula dengan makalah  yang penulis selesaikan ini. Tidak semua hal yang menyangkut judul di makalah ini yang dapat penulis jelaskan secara mendetail. Tetapi, saya berusaha melakukan sebisa yang memang penulis bisa lakukan.
Maka dari itu seperti yang telah di jalaskan di atas, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai acuan dalam pembuatan makalah yang lain agar hasilnya lebih baik dan akan lebih berguna di masa yang akan datang.
Dengan menyelesaikan makalah ini, saya mengharapkan agar banyak manfat yang dipetik dan diambil dari sini. Semoga dengan adanya makalah ini siapa saja yang membaca akan mengerti akan perbedaan antara system orientasi ojek dengan siste orientasi terstruktur.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………………...
Daftar Isi……………………………………………………………………………............
          BAB 1: PENDAHULUAN
                A.Latar belakang masalah………………………………………………………
B.Tujuan Makalah………………………………………………………………
C.Metode Penulisan…………………………………………………………....
BAB 2 : PEMBAHASAN
A.   Pengertian Sistem Orientasi Objek………...……………………………….
B.    Pengertian Sistem Orientasi Terstruktur……………………………………
C.    Perbedaan Sistem Orientasi Objek Dengan Terstruktur……………...…….
BAB3 : PENUTUP
A.Kesimpulan…………………………………………………………………..
B. Daftar Pustaka………………………………………………………….........


BAB 1
PENDAHULAN

A.Latar Belakang
Pada saat ini kita sudah mempelajari apa yang dimaksud dengan system orientasi objek dan system terstruktur,dimana yang telah di pelajari itu adalah bagaimana cara kita membuat sebuah program. Mungkin pada saat ini masih banyak yang belum mengetahui tetang perbedaaan antara system orientasi objek dengan system orientasi terstruktur.di sini saya akan membahas tentang perbedaan  antara system orientasi objek dengen system orientasi terstruktur.
B.Tujuan dan Manfaat
      Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar pembaca dapat memahami lebih jelas tentang perbedaan antara system orientasi objek dan system orietasi terstruktur. Manfaat yang didapat setelah membaca makalah ini kita dapat membedakan system orientasi objek dengan system orientasi tersturktur. Dengan kita dapat memahami perbedaan tersebut kita dapat lebih mengerti dan dapat lebih memahami tentang pemrograman.
C. Metode penulisan
      Metode penulisan yang saya gunakan dalam makalah ini yaitu metode pustaka yang dilakukan dengan mencari informasi melalui internet dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber.
BAB 2
PEMBAHASAN
A.Pengertian Sistem Orientasi Objek
  1. Sebuah sistem yang dibangun dengan berdasarkan metode berorientasi objek adalah sebuah sistem yang komponennva dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok data dan fungsi.
  2. Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat mewarisi atribut dan sifat dan komponen lainnva. dan dapat berinteraksi satu sama lainnya
Analisis dan disain berorientasi objek adalah cara baru dalam suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuatmenurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalamsatu entitas.
Pengertian berorientasi objekberarti bahwa kita mengorganisasi perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya.
 B.Pengertian Sistem Berorientasi Terstruktur
Untuk program yang simpel/sederhana biasanya menggunakan pemrograman terstruktur karena masih mudah dan tidak banyak dilakukan perubahan yang berarti, sedangkan untuk line lebih dari 100 atau bisa dikatakan rumit, maka digunakan pemrograman berorientasi objek. Pemrograman Terstruktur terdiri dari pemecahan masalah yang besar menjadi masalah yang lebih kecil dan seterusnya, sedangkan untuk pemrograman berorientasi objek terdiri dari pengkelompokan kode dengan data yang mana setiap objek berfungsi secara independen sehingga untuk setiap perubahan kode tidak tergantung pada kode yang lainnya, atau lebih dikenal dengan modular. Terdapat juga perbedaan secara spesifik antara Pemrograman Berorientasi Objek dengan Pemrograman Terstruktur, yaitu pada kelas dan objek. Pada Pemrograman Terstruktur tidak terdapat kelas dan objek.
Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur.
Kontrol program terstruktur:
1.Runtun – urut (sequence)
2.Pilihan (selection)
3.Pengulangan (repetition – loop)

C.Perbedaan Orientasi Objek Dengan Terstruktur
Sifat-sifat dari pemrograman terstruktur dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis

b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana

c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami

d. Tidak menggunakan perintah GOTO

e. Biaya pengujian program relatif rendah

f. Memiliki dokumentasi yang baik

g. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dibutuhkan relatif rendah

Berbeda dengan OOP. Suatu program disebut dengan pemrograman berbasis obyek (OOP) karena terdapat :
– Encapsulation (pembungkusan)

Encapsulation adalah mekanisme pemrograman yang membungkus kode dan data yang dimanipulasi dan menjaganya supaya terhindar dari interferensi dan penggunaan yang tidak perlu. Salah satu caranya dengan membentuk objek.
– Inheritance (pewarisan)

Inheritance memungkinkan programer meletakkan member yang sama dalam satu class dan class-class lain dapat mewarisi member tersebut. Class yang mengandung member yang sama dari beberapa class lain dinamakan superclass atau parent class. Class yang mewarisi dinamakan subclass atau child class. Inheritance menghasilkan class hierarchy.



– Polymorphism (polimorfisme –perbedaan bentuk)

Polymorphisme artinya mempunyai banyak bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan sebagai polymorphic, bila objek-objek itu mempunyai antar muka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku yang berbeda


Bisa dikatakan pada pemrograman berorientasi objek, dapat dilakukan sebuah programming terhadap code yang lebih baik daripada pemrograman terstruktur, itu juga untuk kaliber atau skala rumit atau besar, sedangkan untuk coding yang skala kecil lebih mudah menggunakan pemrograman terstruktur dikarenakan lebih singkat dan mudah tanpa banyak perubahan yang penting.
berdasarkan penjelasan diatas, sangat jelas sekali bahwa pemrograman tersktruktur unggul dalam melakukan pemrograman sederhana karena lebih efisien dan lebih murah dalam hal perawatannya tetapi permodelan ini lebih susah untuk dipahami oleh orang – orang selain pembuat program itu sendiri (contohnya ketika dlakukan tracing program ).

Sementara itu pemrograman berorientasi objek memliki beberapa keuntungan seperti :


1. maintenance; program lebih mudah dibaca dan dipahami, dan pemrograman berorientasi obyek mengontrol kerumitan program hanya dengan mengijinkan rincian yang dibutuhkan untuk programmer.

2. pengubahan program (berupa penambahan atau penghapusan fitur tertentu); perubahan yang dilakukan antara lain menyangkut penambahan dan penghapusan dalam suatu database program misalnya.

3. dapat digunakannya obyek-obyek sesering yang diinginkan, kita dapat menyimpan obyek-obyek yang yang dirancang dengan baik ke dalam sebuah tolkit rutin yang bermanfaat yang dapat disisipkan kedalam kode yang baru dengan sedikit perubahan atau tanpa perubahan pada kode tersebut.

jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas.

permodelan yang mana yang lebh bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara

BAB 3
PENUTUP

A.Kesimpulan
jadi, sangat jelas sekal bahwa pemrograman berorientasi objek sangat cocok sekali digunakan dalam kasus pembuatan software yang rumit dan kompleks karena memberikan berbagai kemudahan kepada pemrogram seperti yang telah disebutkan diatas.

permodelan yang mana yang lebh bagus? itu tergantung dari kebutuhan dan dari sudut pandang mana anda melihatnya. Yang perlu anda ingat adalah tujuan dari pemodelan itu sendiri, yang mana agar pada akhir proyek sistem dapat diperoleh sistem informasi yang memenuhi kebutuhan pemakai, tepat waktu dan sesuai anggaran, serta mudah digunakan, dimengerti dan dipelihara.






B.Daftar Pustaka
http://nzircui.wordpress.com/2010/10/24/ciri-ciri-sistem-berorientasi-objek/
http://myblogar.blogspot.com/2011/02/perbedaan-pemrograman-terstruktur.html
http://www.ms-room.com/index.php?topic=3789.0

SISTEM TERSTRUKTUR



Nama: Manuel Morado P
Npm: 54411274
Kelas: 1IA01


Sistem terstruktur dibagi menjadi dua, yaitu Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD).
Data Flow Diagram (DFD)
adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.
Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. DFD ini sering disebut juga dengan nama Bubble chart, Bubble diagram, model proses, diagram alur kerja, atau model fungsi.
DFD ini adalah salah satu alat pembuatan model yang sering digunakan, khususnya bila fungsi-fungsi sistem merupakan bagian yang lebih penting dan kompleks dari pada data yang dimanipulasi oleh sistem. Dengan kata lain, DFD adalah alat pembuatan model yang memberikan penekanan hanya pada fungsi sistem. DFD ini merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi dapat digunakan untuk penggambaran analisa maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan oleh profesional sistem kepada pemakai maupun pembuat program.
BENTUK DATA FLOW DIAGRAM
Terdapat dua bentuk DFD, yaitu Diagram Alur Data Fisik, dan Diagram Alur data Logika. Diagram alur data fisik lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan, sedangkan diagram alur data logika lebih menekankan proses-proses apa yang terdapat di sistem.
Diagram Alur Data Fisik (DADF) lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang ada (sistem yang lama). Penekanan dari DADF adalah bagaimana prosesproses dari sistem diterapkan (dengan cara apa, oleh siapa dan dimana), termasuk proses-proses manual. Untuk memperoleh gambaran bagaimana sistem yang ada diterapkan,
DADF harus memuat :
1. Proses-proses manual juga digambarkan.
2. Nama dari alur data harus memuat keterangan yang cukup terinci untuk menunjukkan bagaimana pemakai sistem memahami kerja sistem.
3. Simpanan data dapat menunjukkan simpanan non komputer.
4. Nama dari simpanan data harus menunjukkan tipe penerapannya apakah secara manual atau komputerisasi. Secara manual misalnya dapat menunjukkan buku catatat, meja pekerja. Sedang cara komputerisasi misalnya menunjukkan file urut, file database.
5. Proses harus menunjukkan nama dari pemroses, yaitu orang, departemen, sistem komputer, atau nama program komputer yang mengakses proses tersebut.

 Diagram Alur Data Logika (DADL)
DADL lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang baru). Untuk sistem komputerisasi, penggambaran DADL hanya menunjukkan kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya proses-proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer saja.



Entity Relationship Data
ERD merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu :
a.       Entiti
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.
b.       Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
c.        Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Relasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu :
Satu ke satu (One to one)
Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.
Satu ke banyak (One to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
 Banyak ke banyak (Many to many)
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.





Metode pembuatan ERD
Dalam membuat ERD, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai, selain itu kita juga dituntut untuk lebih teliti dalam menentuka entity, relasi, atribut, menghindarkan terjadinya relasi "many to many" dan lain sebagainya. Untuk itu lihat beberapa langkah berikut agar kita bisa membuat ERD dengan baik:
Menentukan Entity
        Disini kita dituntut untuk menentukan dengan cermat sebuah entity yang ada dalam suatu proyek atau masalah. Entity berguna untuk menentukan peran, kejadian, lokasi, hal nyata dan konsep penggunaan untuk database
Menentukan Relasi
        Setelah kita berhasil membuat Entity, langkah selanjutnya adalah menentukan relasi antar entity. Relasi apa yang terdapat antara Entity A dan B, apakah entity A dan B memiliki relasi "one to one", "one to many", atau "many to many".
Gambar ERD sementara
        Jika sudah mengetahui Entity beserta Relasinya, sekarang kita buat dulu gambar ERD sementara. Entity digambarkan dengan persegi, relasi digambarkan dengan garis.
Isi kardinalitas
        Kardinalitas menentukan jumlah kejadian satu entitas untuk sebuah kejadian pada entitas yang berhubungan. Contohnya antara Entitas Buku, Distributor dan Pengarang, kardinalitas yang ada berupa:
            Satu pengarang dapat menulis banyak buku
            Satu buku ditulis satu pengarang
            Banyak buku di distribusikan oleh satu distributor.
Tentukan Primary Key (Kunci Utama)
        Menentukan Primary Key pada masing-masing entity. Primary Key adalah atribut pada entity yang bersifat unik. Jadi setiap entity hanya memiliki satu Primary Key saja. Contoh: Entity Buku memiliki Primary Key bernama kode buku. Kode Buku ini bersifat unik, karena masing-masing buku memiliki kode yang berbeda-beda.
        Tentukan pula Foreign Key (Kunci Tamu) pada masing-masing Entity. Foreign Key adalah Primary Key yang ada dalam Entity yang lain. Contoh pada Entity Pengarang misalnya terdapat atribut kode buku, yang mana, kode buku merupakan Primary Key dari Entity buku.
   

Gambar ERD berdasarkan Primary Key
        Menghilangkan relasi "many to many" dan memasukkan Primary dan Foreign Key pada masing-masing entitas. Relasi many to many antar entity perlu dihilangkan dengan cara menambah atribut baru antara 2 entity yang memiliki relasi many to many.
Menentukan Atribut
        Jika sudah melakukan step diatas, sekarang saatnya menentukan atribut pada masing-masing Entitas. Telitilah dalam menentukan atribut.
Pemetaan Atribut
        Apabila atribut telah ditentukan, sekarang pasang atribut dengan entitas yang sesuai.
Gambar ERD dengan Atribut
        Mengatur ERD seperti langkah 6 dengan menambahkan atribut dan relasi yang ditemukan.
Periksa Hasil
        Periksa lagi ERD. Apakah ERD sudah menggambarkan system yang akan dibangun? Jika belum, check kembali dari awal.





Referensi